Puisi: Perang yang Lain – Rio Fitra S.Y.

Rio Fitra S.Y.

Ia siapkan Perang Padri yang lain untukku.
Perang Aceh yang kesekian,
Perang Diponegoro yang terakhir,
atau Perang Bali yang baru.
Tanpa rencong, keris, bedil kokang,
pun tanpa darah. Perang baru
yang hilang tanda.

Kami hanya perlu saling menikam tanpa clurit.
Pada jantung dan pada lambung.

Kami tak akan pernah
mengalahkan satu sama lain.
Kami hanya akan mengalahkan diri sendiri.
Yang menang adalah desir suara lampu gas,
penghidup kincir, induk semang pelesir.

Seperti moyangku dalam Mahabrata,
memperistri aku yang harus terus-menerus
turun ke medan perangNya.

Sumber: Kompas, 16 Juli 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *