Puisi: Tepak Sirih Axe Historique – Ramon Damora

Ramon Damora

: dengan nas

nyiur purnama kuntum elisium
gugur bersama krisantemum
teredam kalis cengkeh bibirmu
champs de elysees masih di situ

mengais pinang jalan tuileries
cuma terkancip kembaran kaca
digores sayang barang setetes
sudah menyisip tebaran tuba

apa tandanya voie triomphale
lilin merenggut sanggul kekunang
apa bedanya buih yang tinggal
kangen tersangkut sebotol bayang

hendak menambah tur montparmasse
karcis dirobek badan tersandera
hendak menjarah ketor pipinya soiree
habis digobek gerangan usia

sejarum sejarum
benang malam memintal avenue
sekulum sekulum
kau lepaskan kancing lidahku

cembul sekapur tepak marigny
uluran pelipur lapak magribi
adik dipetik ekstalase donna karan
kami memekik ali haji di kuburan

sirih penyeri abang dikau berkata
hantaran madu mahar nan paris
pinggang yang ringkih daku terbata
marwah melayu pantang direnjis

2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *