Puisi: Langit Tampak Mencolok – Aji Ramadhan

Aji Ramadhan

Biarkan langit tampak mencolok setelah kurvanya
kehabisan mekar. Dan biarkan juga langit tak lagi elok,
sebab orarenya telah membayang.

Tapi misalkan, langit tak menawarkan pemandangan
tersebut, barangkali aku jadi khawatir jika nanti malah
menampakkan batu-batuan yang beterbangan.

Seperti sabda si suci yang memberikan
kuliah umum kepada kaum gemar berhitung.

Oh, takutlah aku bahwa langit tak disangga pilar gaib.

Dan langit pun rebah di laut, bersama kurva dan
orarenya. Seperti berubahnya gambar karena luntur.

Dan motif bunga di bajuku yang semula diam, sekarang
pun bergoyang-goyang ingin menjatuhkan putiknya.

Gresik, 2014

Sumber: Kompas, 1 Juni 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *