Puisi: Aku Ingin Bertanya – Nina Minareli

Nina Minareli
Aku Ingin Bertanya

Aku kembali pada hening
Saat suara hujan tercurah
Bagi malam, aku menjauh
Dan jatuh dari seribu kengerian
Lalu aku ingin bertanya lagi
Tentang langit yang dalam
Tentang warna kabut yang membisu
Dan kini aku tersungkur
Dalam sajak tak bernyawa

Lalu aku ingin bertanya lagi
Tentang kehendak waktumu
Yang tertahan di ruang lain
Tentang mawar yang berhamburan
Pada penggalan tanah airmu
Yang wangi, tenang jarum jam
Yang berbisik mengintai impian
Saat engkau mengerat lengan sepi
Saat kau kembali tengadah
Bagi wujud musim yang diam

Engkau seperti napas hari ini
Nyanyian esok alam cahaya
Tapi aku ingin bertanya lagi
Tentang diriku yang terlambat datang
Saat kau khusyuk menyusun peta
Ruang-ruang hitam dan putih
Aku terperangkap dalam sebuah bayangan
Kota yang tercabik, setelah
Menempuh kutukan sepanjang malam
Sepanjang gerimis dalam kenangan

Tapi aku ingin bertanya
Saat aku melukismu di bumi
Yang lain, memagari purnama
Dengan warna tembaga keyakinan
Pada dinding tua yang bisu
Aku terkurung dalam sekarat
Memujamu, saat kudengar suaramu
Seperti saat kudengar syair-syair
Kudusmu mengalir bersama ciuman
Di depan halaman rumahmu yang kekal.

Sumber: Antologi Bunga yang Berserak – Puisi dan Cerita Pendek 1989 – 2002 (Penerbit Angkasa, Bandung)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *