Puisi: Percakapan Sawerigading dengan We Tenriabeng – Faisal Oddang (l. 1994)

Faisal Oddang (l. 1994)
Percakapan Sawerigading dengan We Tenriabeng

“Hanya karena kujumput sirih dari ceranamu
bukan berarti kuserahkan diri untuk kau miliki.”

“Tetapi sayang, internet menyediakan semua
ciri-ciri perempuan yang sedang berbohong,
kau termasuk dan kebohongan, kau tahu,
bisa lahir dari cinta, selebihnya dari rasa malu.
Lantas apa lagi yang akan kausangkali jika
kujanjikan untukmu bulan madu di Bottilangi
dan kita bisa bercinta di atas busa air Peretiwi?”

“Hanya karena kupuji bidang dadamu,
bukan berarti kuserahkan kepalaku untuk sandar.”

“Kemarilah, Tenriabeng, dunia telah memisahkan kita
seperti gigi susu yang terenggut dari gusi,
kau kembali untukku sebagai gigi yang baru
Dewata telah mengirim tikus untuk menyatukan kita.”

“Tidak kutemukan apa yang kucari pada dirimu
dan memang kau bukan tempatku mencari.
Berlayarlah ke Cina, Kakaku, kau akan temukan
seseorang yang tak kau cari.”

2017

Sumber: Koran Tempo, 21 Januari 2017

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *