Puisi: Picnic – Karno Kartadibrata (l. 1945)

Karno Kartadibrata (l. 1945)
Picnic

I
Kau duduk di ruang bawah
gerabah lantai jerami
“Ke mana kita pergi,” tanyaku
kau tak menjawab
di luar angin menderu
sebentar kapal terantuk-antuk

perjalanan jauh ke negeri asing
pulau-pulau terlewati
kebun agave
nenas
kelapa sawit
kadang-kadang pinang

buruh kebun berlarian
melambai-lambai
giginya putih
wajahnya coklat terbakar matahari

kau ingat Louis de Camoes
Vasco da Gama
keruntuhan Peru?

tiba-tiba kau berdiri
tanganmu memberi isyarat
masuk ke ruang dalam
menuruni tangga ke bawah
gelap dan samar

Di sana kau duduk
tergelar tikar daun rumbia
tasbih dan kendi
buku tulis terbuka

apa yang kaubaca
Bhagawad Gita?
Gandhi?
Khrisnamurti?
Ibnu Arabi?

kau tidak menjawab

II
aku tertidur di geladak
bulan terhalang awan
pikiran melayang
Odyssey
Purnama Alam?

kita meniti tangga
seribu kali lebih tajam dari pedang
sekali jatuh
kembali ke dunia hewan

tapi dari mana ketangguhan
agar bisa terus melaju
tidak terganggu keraguan
yakin setiap langkah memang benar?

III
aku terbangun
hanya sepi

laut tenang tidak berombak
awan hitam di langit
sedikit mabuk
hampir muntah

aku melihat ke sekeliling
kau tidak ada
senyap hanya riak-riak
“pamustunganana ngahurun balung
salila neangan wetan kulon deui kulon deui…”*)

2003

*) baris-baris danding Penghulu H. Hasan Mustapa

Sumber: Picnic (Kiblat Buku Utama bekerjasama dengan Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda/PP-SS; Bandung; 2009

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *