Puisi: Di Seberang Efrat 2 – Cyprian Bitin Berek (l. 1970)

Cyprian Bitin Berek

Di Seberang Efrat 2

      – Terah

“Ada sungai demi sungai
diseberangi mesti,” ujar malaikat
seusai mati ayahnya.

Memang sempat terhenti
ziarah itu. Di utara
si ayah malah membangun kota:
Hidup bukan semata resah
kembara tujuan tiada.

Tapi, sebenarnya, kota
tanda koma belaka dari
kalimat panjang berliku
panggilan ilahi
belum dia tahu
lekuk-likunya.

“Ketaatan tak lain dari
belajar menahan pedih;
merendam luka di masam jeruk.
Seperti didengar suara seseorang.
Atau mungkin gumamnya sendiri.
Dia tak pasti.

“Ayah, di makammu
di Haran
– kota kau dirikan –
kusemayamkan kasih ketaatanku
usai persinggahanmu
berlarut-larut.”

Sumber: Pertarungan di Pniel (Perkumpulan Komunitas Sastra Dusun Flobamora, Lombok, 2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *