Puisi: Main Drama- Rio Fitra SY (l. 1986)

Rio Fitra SY (l. 1986)

Main Drama

Percakapan kita ini cabe giling batu lada.
Drama pedas tentang kaum bekas pengantin
yang duduk tenang sehari semalam. Semata-mata
diam, saling berpaling pandang mata merah,
di ranjang kuda asmara.

Aku akan mati kecelakaan tanpa helm
seratus kilometer dari tempat tidurmu.
Kau harus kejar ke rumah sakit
atau duduk diam menunggu di rumah,
tanpa berkata-kata. Kau akan hidup
meninggalkan suara. Aku mati
menanggalkan bahasa.

Tokoh-tokoh lain berlari mencari
warna-warni silau lampu latar. Air mata
hanyalah lelucon orang kota. Percayalah,
kau tak akan kubiarkan sendiri dalam
pertunjukan ini, mengasuh anak-anak,
mencuci celana dalam, mengangkat galon
berhadiah tisu. Tak akan kurelakan kau sendiri
walau sekadar dalam dialog ini.

Aku bermain mengenakan mata, bahu,
dan dada yang tak berdaya. Akulah penonton
yang menahan kencing sejak jam pertama.
Akulah bangku kosong di sudut gedung pertunjukan.
Sebab yang kuperankan melulu lakon
yang tak pernah ditulis sang pengarang.

Ini entah sudah adegan keberapa.
Bertahun-tahun setelah musik pembuka.
Kau masih di atas panggung. Sedangkan
dialogmu telah dihabiskan lawan bicara.

Sumber: Kompas; Minggu 31 Januari 2015.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *