Puisi: Surat Cinta dari Pangrango – Dami N Toda (1955-2006)

Dami N Toda
Surat Cinta dari Pangrango

(buat Iswi)

tanah air kita, sayang
ladang terbuka

bukit-bukit gemuk dada perawan
kali gunung mengangkang paha bening
ke laut
menunggang bukit dan lembah
telanjang
di atasnya langit penyair melungkup
selendang awan
merah darah persetubuhan pertama
pucuk-pucuk bukit basah
keringat
embun pagi muda
daun-daun hamil, sayang

di sini Pangrango
cuma pucuk-pucuk pinus menggelepar
asmara pada hujan
kali-kali lembah menyibak batuan
suci sekali
pangkuan kawah yang mendidih
angin melarikan kuapnya putih
dengan kaki-kaki letih
dari Jakarta yang jauh
dari keringat bensin di dahi
debu-debu kota
dan rawan sejuta kere menadah tangan
di mana penyair diadili
di mana korupso disusul bersama kanak-kanak
di mana perawan diperkosa dengan uang
dan janji palsu

di sini
sayang
paculah kudamu paling jalang
melarikan puncak demi puncak
manapak lereng-lereng kebun teh
bagai bayi kurus
yang takut
tidurkan aku
antara lembah dadamu
dengan sentuhan jari

(Mei 12, 1970)

Sumber: Penyair Muda di depan Forum (DKJ, 1976)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *