Puisi: Ta’kan Ketinggalan – Nursjamsu Nasution (1922-1955)

Nursjamsu Nasution (1922-1955)

Ta’kan Ketinggalan

Hasratku hendak berlari bersamamu, kawan.
Tapi jangankan berlari, berjalan pun ta’dapat,
Bukan karena tenagaku kurang atau badanku lamban,
Tapi karena sarungku, langkahku terhambat-hambat.

Hasratku hendak membubung terbang tinggi,
Tapi rambutku panjang tersangkut pada ranting,
Kusentakkan rambutku, kebayaku sutera terkait duri
Keperempuanan! Itukah yang lebih penting?

Tenti, tentu. Aku juga mengaku!
Tapi belum tentu aku ‘kan ketinggalan.

Dengan pekerti lembut, lenggok lemah gemelai
Cita-citamu, Gadis, ‘kan tercapai.

Sumber: Kesusasteraan Indonesia di Masa Jepang (Balai Pustaka, 1948)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *