Puisi: Tunggul Kayu – Dami N Toda (1955-2006)

Dami N Toda (1955-2006)
Tunggul Kayu

(in memoriam Sapardi Djoko Damono)

sebatang tunggul kayu memperhatikan pertemuan kita
dari taman itu. Dahan dan rantingnya mungkin telah
dibikinkan kayu bakar atau kaki meja ini, dan daunnya
diangkut dinas kebersihan kota

sebatang tunggul kayu membatasi jalan batu krikil
dari mana tadi kau membelok kemari. Kakinya
menggenggam perut bumi, pelan-pelan membusuk dari pujuk
akar karena batangnya telah dipotong tukang kebun

sebatang tunggul kayu tumbuh di tubuhmu dan di tubuhku,
di atasnya anak kita duduk main gitar bersama pacarnya,
dan teman lain memakainya untuk mengupas kotoran dari
mata mereka

Sumber: Penyair Muda di depan Forum (DKJ, 1976)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *