Puisi: Waktu Menganga – Anil Hukma (l. 1970)

Anil Hukma (l. 1970)
Waktu Menganga

Adakah mulut waktu. Kubertanya

Serupa ayunan. Bergoyang dari tali samar
Tahu-tahu kita tumbuh senti demi senti

Tapi sesuatu menganga selalu. Melepaskan lalu menagih
Kulihat bilangan almanak terus memperbanyak jari-jari.
Kulit-kulit segar perlahan mengeriput. Kuku memanjang
Minta dipotong setiap Jumat siang.

Sesuatu menganga dari mulut rahim. Terlepas meluncur
Mengisi jengkal-jengkal wilayah. Hanya beberapa saat
Lubang tanah pun menganga. Menarik telapak kaki.

Sumber: Selendang Pelangi (IndonesiaTera, 2006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *