Puisi: Kepada Lampu-Lampu di Cikini – Sabiq Carebesth (l. 1985)

Sabiq Carebesth (l. 1985)
Kepada Lampu-Lamput di Cikini

Sebentar lagi aku harus berjalan
Tinggal kau sendirian—bersama bayangan
Aku tak persis tahu apa masih ada
Seorang peduli pada kemuramanamu—lebih dariku.

Lampu-lampu di Cikini
Aku tahu kita pernah bersekutu
Pada malam-malam lalu
Kau yang menyaksi—
Seakan segala hal akan berakhir
Hanya kita saling menopang
Agar tak terjatuh dari jendela hotel
Dan seorang penyair mengira
Ada lautan di bawahnya
Hanya karena ia tak sanggup
Meneruskan sajak yang ia tulis untukmu

Cikini adalah mimpi-mimpi
Di mana para penyair memulai
Di mana para penyair mengakhiri

Tapi Cikini adalah kengerian kini
Orang-orang berpesta
Di antara gelak tawa dan segelas coca-cola
Tak ada cinta di Cikini
Selain percumbuan sepi
Antara para tuan dan hidup yang nyeri

Seorang selalu tak mengerti
Apa yang akan terjadi esok pagi
Di Cikini—kehidupan dirayakan
Di atas panggung kepalsuan
Dari hidup yang terus menjauh
Dari asal mula penderitaan.

Cikini, 2016

Sumber: Galeri Buku Jakarta, 25 Oktober 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *