Puisi: Garut – Dodong Djiwapradja (1928-2009)

Dodong Djiwapradja (1928-2009)
Garut

——kepada Madro’i (pembajak)

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Kiranya hijau menjadi merah
Api menjilat membakar rumah.

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Di bukit-bukit ajal bersarang
Maut mengintip maut menanti.

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Di jalan kekota petani berpesan
Padi menguning jeruk menjadi.
Desa dikenang kenanglah, sayang!
Langit mendung didukung gunung
Setiba angin mendaki tebing
Hujan tumpah tak terkira
~dan di sini mereka berkampung
Desa dikenang kenanglah, sayang!
Pagi tiba sampai di kota.

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Panen terakhir nyawa penghabisan
Sawah dan ladang sepi menanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *