Puisi: Toko Kaji Dunya Kalah Jimat – Kedung Darma Romansha (l. 1984)

Kedung Darma Romansha (l. 1984)
Toko Kaji Dunya Kalah Jimat

kata orang tua dulu, hanya keturunan kaji
yang bisa munggah kaji.
maka dengan bekal silsilah, toko kelontong, dan sawah
Kaji Dunya sukses terbang ke Mekah.

mempunyai toko kelontong yang digemari emak-emak
adalah pintu untuk membeli tiket ke surga.
tak ada yang gratis untuk setiap kesenangan
terlebih yang abadi.

meskipun harga agak miring ke kanan
nyatanya rizki tak pernah belok kiri.
dan dengar kata pak kiai:
“hidup harus berjalan searah dengan kiblat.”

tapi siapa yang menduga
kalau kiblat toko Kaji Dunya
bergeser ke toko Kaji Warsam.
dengan jimat harga hemat seribu
emak-emak beralih pintu.

“tuntunan berdagang yang terbaik adalah nabi,”
demikian Kiai Sadali memberi nasihat sakti.
sejak itu toko Kaji Dunya sepi pembeli
impian naik haji kedua kali
Kaji Warsam yang memenuhi.

di tengah hatinya yang sepi pembeli
seseorang datang mengusap kesedihannya.
“tokomu akan disulap mini swalayan
dengan syarat lahanmu harus disewakan.”

seperti tutup ketemu botol
kontrak lahan langsung cap jempol.

toko Kaji Dunya kini berubah mini swalayan.
meskipun bukan miliknya,
tapi hatinya senang.
sebab langganan toko Kaji Warsam
berpindah ke mini swalayan.

Yogya, 2019

Sumber: Kompas, Sabtu, 6 April 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *