Puisi: Jantung Pisang dan Kamus Peribahasa – Zelfeni Wimra (l. 1979)

Zelfeni Wimra (l. 1979)
jantung pisang dan kamus peribahasa

sebelum mematri langkah sebagai perantau
aku lukai sebatang pisang
aku pancung tandan di hulu jantungnya
hingga terburai, bercerai-berai
nasib serupa juga ditanggung kamus peribahasa warisan ibu
lenyai digigit rayap, seolah belorong labirin kini mengurung
petuah lama di halamannya

aku nyanyikan ini sebagai puisi pindah rumah
tanpa pernah mengenali alasannya
pisang dan kamus peribahasa itu melepasku
melenggangkan lengang
juga ngiangan kaba maharajo dirajo
mengirim daro pitok dan daro jinggo
ke tanah jawo

seketika, aku lihat wajah anak perempuanku berkilau
melawan kedipan lampu odong-odong
di alun-alun selatan
apakah ia juga sedang tergoda
membakar darah titisan ninik
anak-anak yang mada
anak-anak yang aditia

sepi begitu lain mengaliri perantauan ini
mengantar diri mencangkungi angkringan
perempuan berkebaya yang kerutan jidatnya
renyah tawanya mirip dengan mendiang ibuku
sebungkus nasi kucing bersayur jantung pisang
menjadi peribahasa pertemuan kami
yang mungkin hanya sekali

2018

Sumber: Kompas, Maret 30, 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *