Puisi: Indonesia – T. Wijaya (l. 1970)

T. Wijaya (l. 1970)
Indonesia

Aku harus percaya dan mempertahankan keluarga yang dikocok dalam sebungkus mi instan, setelah aku berkelahi dengan semua lelaki di beberapa kantor yang memberi gaji; beberapa bungkus mi instan.
Bertahan dengan banyak hal yang kubenci:

Ingin terbang, mereka bercerita di luar semuanya haram. Ingin terbang, tapi penjaga tanah suci selalu menghina.

Aku harus percaya dengan keindahan, kekayaan, dan sejarah yang membuat keluarga direbus dalam sebuah panci. Tubuh penuh harga dan bekas lidah para tentara yang berbisnis, dan berkata inilah harga diri.
Ingin terbang, mereka bercerita di luar semuanya penjajah.

Apa yang kudapatkan selama 24 jam di negeri yang tidak kumengerti? Koran yang lucu dan fatwa-fatwa yang menakutkan, mencium kesadaran melupakan bendera.

Pagi ini, aku tidak berani bunuh diri. Bahasaku satu, yang gagap mengungkapkan sebuah bangsa yang harus kupercaya.

2009

Sumber: Blog Taufik Wijaya, 16 Maret 2009

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *