Puisi: Sajak Kecamatan – Ghaida Setiana (l. 1995)

Ghaida Setiana (l. 1995)
Sajak Kecamatan

Guruku memberi tugas untuk menulis sajak tentang kota
Tapi aku hanya tahu sebuah kecamatan
Yang letaknya di Priangan, negeri putri kayangan
Jalannya membentuk angka delapan
Tidak ada tempat hiburan gemerlapan
Tanahnya dikelilingi gegunungan
Yang salah satu puncaknya ditanami kuburan
Selalu ramai dengan anak muda yang malam mingguan

Susu stroberi tumpah di langit-langit pagi
Ada yang pulang buru-buru mengenakan hoodie
Tukang bubur dengan santai mengaduk panci
Pukul delapan pagi Brooklyn disesaki muda-mudi
Berebutan mobil gratis tanpa karcis
Pengemis sibuk mengais iba di Gerbang Lama

Oasis bermalam di depan minimarket
“Berapa banyak orang special yang berubah?”
Ia menitipkan pertanyaanku pada yang lewat hilir mudik
Menaruh sepeser kembalian dari tempat fotokopi

Aku duduk sendiri di sebuah café Paris
Menyantap hati kecil teriris-iris
Memandangi jendela kosong
Tanpa seorang pun lalu lalang
Karena “Café tutup sebentar lagi,
jam 12 malam.” Kata pelayan

Kiranya magis tempat ini hanya bisa dirasakan oleh orang-orang
yang menghuninya bertahun-tahun; dimana mereka jatuh lalu bangkit, patah
hati lalu sembuh, terseok-seok lalu berlabuh?

Sumber: Manuskrip Ghaida Setiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *