Puisi: Tersesat di Kota Tuhan – Raihan Robby (l. 1999)

Raihan Robby (1999)
Tersesat di Kota Tuhan

Berjalan-jalan ke kota tuhan
di mana jalanan macet oleh doa-doa
dan lalu lalang para pekerja yang kaya
hidup berdampingan dengan
pengemis yang tak pernah meminta

Adam seorang perantau pertama
dalam sejarah umat manusia
ia diberi rahmat kemampuan berbahasa
dan membaca peta oleh tuhan
sehingga ia mengenal kota ini lebih dari siapapun

Ia perantau sepi di kota ini
menamai setiap gang-gang yang ia lewati
setiap batu di kelokan gang ia kenali
yaspis merah yang terselimuti lumut
atau lazurit dalam tembok batako
menanam pohon tin bersebrangan
dengan pohon yang dipenuhi ular
mengunjungi pabrik minuman keras
yang tiap tetesnya tidak memabukkan

semua ia lakukan dengan sendirian

Di kota tuhan
adam tersesat dalam kesepian
perasaan hampa memenuhi dadanya
ia mencari-cari jawaban
mengetuk tiap-tiap rumah
bertanya tentang suatu alamat
yang tidak siapapun mengetahuinya

di mana rumah cinta yang menerimaku sebagai seorang perantau?

Jakarta, 2020

Sumber: Sisifus Berhenti Mendorong Batu (manuskrip, 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *