Puisi: Matamu – Saut Situmorang (l.1966)

Saut Situmorang (l. 1966)
Matamu

Matamu adalah hutan hutan nenek moyang yang ditebang jadi perkebunan sawit dan pabrik pupuk kertas

Matamu adalah gunung gunung suci keramat yang dicincang jadi emas dan tembaga

Matamu adalah lahan lahan subur gembur yang dicuri jadi pabrik pabrik semen

Matamu adalah danau biru berkabut yang disulap jadi tempat pembuangan kotoran babi raksasa

Matamu adalah kampung kampung damai tenteram yang dikutuk jadi hotel hotel bernama asing

Matamu adalah banjir dan kemacetan lalulintas yang tak henti menghantui pagi dan malammu

Matamu adalah anak anak yang menangis kelaparan tak punya uang untuk beli beras dan garam impor

Matamu adalah tangki gas yang meledak di dapur waktu kau dan istrimu bersenggama

Matamu adalah harga BBM yang terus naik tiap kali kau kendarai sepedamotor kreditanmu ke tempat kerja

Matamu adalah acara acara televisi yang menayangkan gaya hidup orang orang kaya termasuk waktu mereka shopping ke luar negeri

Matamu adalah para anggota DPR yang mengeluh gaji mereka terlalu rendah sementara mereka mengendarai mercedes keluaran terbaru

Matamu adalah polisi yang menembaki para mahasiswa yang sedang demo sambil memaki mereka anarkis dan teroris

Matamu adalah preman preman berjubah memukuli mahasiswa yang sedang diskusi buku sambil memaki mereka Komunis

Matamu adalah sang Presiden yang tak henti bilang “Bukan Urusan Saya”

Matamu adalah media massa yang membuatmu memilih presiden itu

Matamu adalah sang Penyair yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan “pencemaran nama baik dan kekerasan seksual verbal” di Facebook

Matamu adalah nenek tua yang dipenjarakan karena mau memakai ranting kayu dari halaman rumahnya sendiri untuk kayu api

Matamu adalah pejabat negara yang tersenyum di televisi waktu ditangkap karena korupsi

Matamu adalah suku suku rimba nomaden yang dipaksa negara untuk tinggal di kampung dan jadi beradab

Matamu adalah supermall dan supermarket yang menjamur menggantikan pasar pasar tradisional di seluruh negerimu yang miskin

Matamu adalah orang miskin yang ditolak rumah sakit di seluruh negerimu

Matamu adalah mata jutaan orang miskin yang marah dan tak tahan lagi menanggung semua ini menunggu meledaknya revolusi berdarah seperti sebuah gunung api yang lama mati

Matamu ada di mana mana

Jogjakarta 2015

Sumber: Boemipoetra, 4 Februari 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *