Puisi: Pengakuan Prabangkara, 2 – Djoko Saryono (l. 1962)

Djoko Saryono (l. 1962)
Pengakuan Prabangkara, 2

dalam gemetar nada disabot jagat raya
dalam getar gemeretak suara dia berkata

cuma tetesan tinta, baginda
sungguh, hanya cairan isi pena
tiada sengaja luruh menimpa
tubuh sempurna isteri paduka
seusai tersalim di kanvas kasa
kenapa hamba dibanjiri purba sangka?
kenapa paduka menghunjamkan nista?

cuma tetesan tinta, bukan cinta
hanya cairan isi pena, tak asmara
benar, sekadar tinta di ujung pena
yang lunglai lalu menitik di pusat kama
serupa tahi lalat yang permaisuri punya
akibat konsentrasi hamba luar biasa
kenapa paduka harus membabi buta?
sungguh, sirna kebajikan penguasa!

jagat raya bersemedi begitu paripurna
diam-diam mencatat semua angkara

Sumber: Arung Cinta (Pelangi Sastra, Malang, Bekerjasama dengan Kafe Pustaka Malang dan Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang, 2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *