Puisi: Sekuen 4: Yang Tidak Dibicarakan Ranjang Jam 2.46 Pagi – Rachmat Hidayat Mustamin (l. 1993)

 Rachmat Hidayat Mustamin (l. 1993)
Sekuen 4: Yang Tidak Dibicarakan Ranjang Jam 2.46 Pagi

tiada yang merindukan semua orang. tiada. bayangan menyobek penyairnya. tubuh sepi dan sepi tubuh mengapung di atas mimpi-mimpi. biografi menggenangi lampu melon seperti kamera diletakkan pada kata aku. atau aku telah krisis memori. sementara pada tiap adegan kantong celana, halaman masih merahasiakan angka-angka.

setiap mendengar kata, “silakan.” seperti ajakan untuk bertengkar antara diri yang masih aku dengan diri yang telah aku di atas meja operasi.

hanya sikat gigi yang diperlukan setelah pertemuan dan politik: bit.ly/pencuciankaranggigi  panci yang membentur-benturkan kepala dan diri menyendiri. persekutuan antara taplak meja dan lekuk cemara seperti obrolan tanpa siulan kertas. setelah merekam ulasan palu dan kota dan desa tanpa halaman terakhir sebuah buku puisi aduhai mall gedung jauh, kau biarkan sunyi mengusir dirimu yang sendiri.

di antara kau dan ranjang, siapa yang menang lomba kebersihan?

Sumber: Bacapetra.co, 24 Juni 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *