Puisi: Sekuen 5: Menulis Caption di Instagram Ialah Memahat Pesan dan Kesan di Papan Nisan Sendiri – Rachmat Hidayat Mustamin (l. 1993)

Rachmat Hidayat Mustamin (l. 1993)
Sekuen 5: Menulis Caption di Instagram Ialah Memahat Pesan dan Kesan di Papan Nisan Sendiri

kuberi kau kesempatan untuk menuliskan keinginan terakhirku. tangan terbuka dan siapa pun bisa jatuh di atasnya. kuali tanah yang bocor di bawah rumah. bantal yang dijemur di atas dingin kopi. sawah dan ombak di ruang tamu kita. perjamuan di selangkangan fotogram.

kita cukup berbeda melihat kuku. daun pisang yang dikibaskan seperti alis yang menopang kata hujan di atasnya. sudah kau hapus seluruh nama-nama?

jangan menatap mataku seperti itu. tak ingin lagi aku runtuh demikian ambruknya. bahan kimia yang dibekukan di atas kertas. pembakaran tumpukan ingatan pada garis lantai dapur yang menyimpan laundry para buruh.

akikahku dimulai empat hari yang lalu seperti merayakan kematian seorang pengguna instagram. jangan memposting. aku sedang tidak ingin di-like oleh piring-piring yang sebentar lagi pecah. copernicus tersesat di toilet seperti puisi yang minim representasi.

1. merasa tenang.
2. terguncang ialah jalan ninja penyair.
3. berpikir dengan sidik jari.
4. metafora yang mendidih di meja restoran.
5. rumah tiba di bandung.

perjalanan menulis ini tidak pernah mengendarai tol. tapi kecelakaan juga.

Sumber: Bacapetra.co, 24 Juni 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *