Puisi: Silsilah Ruko Tua -Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)

Sunlie Thomas Alexander
Silsilah Ruko Tua

ini ruko, dari luar segala nampak: sukacita
mendiang buyut menjelma mesin jahit tuan,
sisa keluletannya menyaru sebagai pakaian
di hanger dan rak-rak panjang, melambailah
untung-rugi niaga
seumpama kain-kain pajangan

“jika sedang sepi toko dari pelanggan,
ingatlah ia yang jauh merantau
dari seberang lautan!”
: demikian kakek merawat apak kenangan

maka di dinding-dinding, obituari pun
terbingkai pigura dengan kacanya yang berdebu
seperti pengap ingatan ah, terpaku juga duka di antara
surat ijin usaha dan piagam penghargaan

kadang kulihat dahi ayah dipenuhi kerut-merut
seperti gambar pola jahitan, diguntingnya
cita-cita hingga berserakan
seperti kain perca sebagian lagi tersimpan sebagai
berkardus-kardus buku menguning
di kolong ranjang

tapi tiap malam, kakek akan duduk di ruang tengah
dengan doa memanjang di tangannya teruntai rosario;
butir-butir haraoan dan dosa keluar yang rapat tersimpan

“berilah kami rejeki pada hari ini dan
ampunilah kesalahan kami seperti kami pun
mengampuni yang bersalah kepada kami”

sementara rasa lelah mengental di dasar teko,
ibu menanak nasi dalam periuk warisan
                            nenek yang penyabar

di dapur yang lecek ia belajar jadi perempuan
teladan, seperti juga ketika belajar beranak pinak
dan merawat kesetiaan agar di meja makan, kami
penuh tawa penuh sendawa, oh diberkatilah
                            yang lahap, meski sayur kurang garam

toh, di tengah derit mesin jahit
sesekali bakal terdengar pula keluhan tentang
kopi tak kental!

maka lihatlah, lihatlah aku
                           menyamar jadi kapur barus
di tumpukan baju tak terjual,
di antara buku-buku lama ayah
; berperang dengan ngengat dan rayap
yang terus menggerogoti kenangan

mengendap dan bersitahan sembari menulis otobiografi
sepenggal

Yogyakarta, 2011


Sumber: Kedaulatan Rakyat, 22 Februari 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *