Puisi: Syair – Agus Manaji (l. 1979)

Agus Manaji (l. 1979)
Syair

Tidak siapa pun berlari mengikutiku
Aku mengelana di kota lembah
Yang terbakar oleh dendam dan amarah
Hanya bayang tubuh setia
Mengikuti ruh resah ke mana pergi
Di antara gedung-gedung tinggi
Tidak siapa pun berjalan di belakangku.
Kususuri hutan kata. Memeluk pohon
Pohon rindu menjulurkan daunannya.
Sungguh, tiada ingin kusampaikan
Apa pun, selain makna
Yang menghumus pada luka.
Inilah laku
Gema dari bisik munajat kelu
Bayang mengerut dan memanjang
Tiada sanggup terbang
Cuma tersungkur sujud dan meriang
Siapa di belakangku? Tak siapa pun
Mengikuti kata-kataku lirih
Biarlah aku saja
Sebab syair tak patut bagi Kekasih
Inilah sajak
Doa kata berserak
Semoga jejak.
Kusyairkan namamu
Ampunilah, Rindu.
Tersesatkah Aku?

Desember 2019.

*Mengaji :

  1. Q.S. Asy-Syu’ara’ ayat 224-227: Dan para penyair, mereka diikuti orang-orang tersesat. Tidakkah kau lihat, bahwa mereka mengembara di setiap lembah. Dan bahwa mereka mengatakan apa yang tiada mereka kerjakan? Kecuali (penyair) yang beriman dan beramal saleh, banyak mengingat Allah….
  2. Surah Yaasiin ayat 69: Tiada kami ajarkan syair kepadanya (Muhammad), hal itu tiada pantas baginya….

Sumber: Basabasi.co, 5 Mei 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *