Puisi: judul: tidak ada koran pagi di sini; ai siapakah itu? batu hitam meremuk muka sendiri – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)

Nuruddin Asyhadie (l. 1976)

judul:
tidak ada koran pagi di sini; ai
siapakah itu? batu hitam
meremuk muka sendiri
 

tidak ada koran pagi di sini. tidak ada novel tempat kita bermain petak
umpet. antariksa menggambar 1939-1945, alies vs axis, merebus batu
ketika uang jatuh. perancis dan inggris meraung-raung ledakan kepalamu.
tidak ada koran pagi di sini. tidak ada novel. hanya sebuah ruang yang
gamang. dan landung membacakan sajak tiang listrik. aku, hamm yang
buta. bibirku kilap oleh lipstik. biar kutebak. bukankah ini kalimatku?
tidak ada yang bukan omong kosong di sini. langit penuh ludah. kata?
seseorang telah membunuhnya, alina. seseorang. mungkin clov, mungkin
oran gila yang iseng. tapi andaikata bisa, ingin kubakar perahu ini.
sebab aku hamm. palu. biar kutebak. bukankah ini kalimatku? tidak ada
yang bukan omong kosong di sini. manakah jawab? mata telinga hidung
mulut kelaminku adalah tanya. berjuta tanya menghambur ke tubuhmu
seperti 20.000.000 sperma menyetubuhimu. merobek vaginamu. alina. tapi
andaikata bisa akan kubakar perahu ini. sebab aku palu. akan kusulap
ombak laut jadi rumahku. kumasuki telinga sendiri. ai, siapakah itu
batu hitam
meremuk muka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *