Puisi: 12 Bar Blues di D Minor (Blues Luntang-Lantung ala Bucin) – Ikhsan Ikhsan Risfandi Zetry Iminy

Ikhsan Ikhsan Risfandi Zetry Iminy
12 Bar Blues di D Minor
-Blues Luntang-Lantung ala Bucin.

“Barangkali aku lah pemuda dalam tembang Luntang-Lantung bang Benyamin”

ke sebelah barat
telah aku lalui gang demi gang
meski lebar hanya sepapas pinggang
untuk sekadar menghindar dari senyummu yang

di riuh terminal Grogol yang luruh berpeluh
masih saja kukuh
kerling mata indahmu
terbayang penuh. utuh.

ke sebelah timur
sudah ku telusur jalur subur sepanjang Kalimalang
meski derasnya arus acapkali membuat ciut nyali
tetapi lagi-lagi, wangi minyak kesturi tubuhmu
terlanjur manjur mengubah rasa takut itu jadi leluasa tercerabut.

di pengap kios buku bekas Jatinegara
tetap saja terungkap
jejak dari sidik jarimu yang lentik
terekam di sampul depan buku puisi penyair Chairil
“Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus”
yang terpaksa kujual agar
hilang semua tegang, lindap seluruh lelap
haru juga tangis sedu sedan itu yang kerap kukenang

entah di utara pesisir Marunda
atau di selatan pasar Kebayoran Lama
bahkan di pusat, sekitaran area parkir Medan Merdeka

tunjukkanlah kepadaku
satu tempat paling keramat
dimana aku bisa bermunajat dengan khidmat
setelah jalinan rasa di antara kita sudah skakmat.

Desember 2020.

Sumber: Facebook Ikhsan Ikhsan Risfandi Zetry Iminy, 5 Desember 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *