Puisi: Anakku Belajar Berdoa – Wowok Hesti Prabowo (1963-2020)

Wowok Hesti Prabowo (1963-2020)
Anakku Belajar Berdoa

pulang kerja shift dua
isteriku membuka pintu dengan air mata
anakku dengan wajah kapas di dipan tidur pulas

anak kita mas, istriku tersedu
ada apa dengan anakku
bukankah seluruh jerih payah kucurahkan untuk anakku
tempat menabung harapan?

anak kita mas, kata istriku mengusap air mata
cepat-cepat kupeluk tidur anakku
sisa kebahagiaannya masih membekas
ketika kuajak nonton kembang api di Karawaci
tapi mengapa istriku menyambut suami pulang dengan air mata?
anak kita mas
tadi belajar berdoa
istriku berbisik sambil terus menitikan air mata
cepat-cepat kupeluk istriku
kuhibur ia dengan belaian kasih
kukatakan padanya seharusnya kita bangga
anak kita masih TK sudah belajar berdoa
semoga kelak jadi anak solehah

tapi istriku kian mengeraskan tangisnya
terbata-bata ia menirukan doa anakku:
           duh gusti, pangeranku
           beri bapak kesehatan dan selamat
           agar bisa terus kerja pabrik dan lembur panjang
           nanti uangnya untuk beli permen lucu-lucu
           di supermal Karawaci

aku jadi ingat
malam Minggu kemarin anak-isteriku kuajak putar-putar Karawaci
sehabis nonton kembang api dari luar negeri
tentu kami tak beli apa-apa selain indomi
sebab harga indomi di sana lebih murah dari warung yu Siti
istriku memang sempat gembira dan terheran-heran
melihat santan dalam kardus, semangka warna kuning, cabe sebesar
apel dan aneka makanan luar negeri

begitupun anakku
permennya lucu-lucu ya pak, katanya tanpa meminta
aku ingin membelikannya
astaga harganya lima ribu satu onsnya

Kini air mata istriku
dan doa lugu anakku
menjelma matahari di dadaku
aku harus terus bekerja di pabrik dan lembur panjang
demi permen-permen lucu dambaan anakku

Tangerang, 1997

Sumber: Angkatan 2000 (Grasindo, 2000)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *