Puisi: Sehabis Mogok – Wowok Hesti Prabowo (1963-2020)

Wowok Hesti Prabowo (1963-2020)
Sehabis Mogok

hujan mulai turun. hari sudah sore ketika kita
memutuskan utnuk pulang. semangkuk indomi masih panas
dan kau milih kopi untuk menemani hujan
tiba-tiba kita lupa pada tuntutan-tuntutan yang sesiang
berhamburan di halaman pabrik
nyanyianmu yang lucu dan melahirkan tawa di antara kita
telah ditangkapi kamera yang di pasang di setiap sudut jiwa
catatan nama-nama dilekatkan pada halaman demi halaman
kalender. kita hanya bisa menduga kapan kalender itu
usang dan diasingkan

semangkuk indomi lagi istriku setia membuatnya
kulihat matanya menyimpan tangis anakku. ketika
puisi-puisi yang kurangkai dari lukaku melahirkan
pemogokan dan pengkhianatan

entah siapa, ketika itu hujan mulai turun dan
hari sudah sore. orang-orang menghapus tanda hitam
di keningnya
dan puisiku di tangan polisi menjadi bukti

Sumber: Angkatan 2000, Korrie Layun Rampan, Ed. (Grasindo, 2000)

Sumber: Trotoar, Ayid Suyitnoo PS, dkk, Ed. (Roda-roda Budaya, Tangerang, 1996) lewat Angkatan 2000, Korrie Layun Rampan, Ed. (Grasindo, 2000)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *