Puisi: Dewi Sri – Deri Hudaya (l. 1989)

Deri Hudaya (l. 1989)
Dewi Sri

Kau tidak mesti seluruhnya memahami
Cabai yang tumbuh dalam dingin
Dan panasnya cakar matahari

Kau pun tidak harus bertanya-tanya lagi
Mengapa pohon jati hanya ranggas
Setiap tangan kemarau mengutip napas
napas terakhir dari pohon-pohon yang lain

Singkong tumbuh tidak akan menjadi umbi
Cengkih berbuah karena kehendaknya sendiri
Cuaca berubah-ubah. Angin datang dan pergi

Aku peduli dan sering pula abai

Tapi kau, siapa pun engkau, masih saja di sini
Bahkan setelah tubuhmu
Jadi abu
Jadi debu

2019

Sumber: basabas.co, 16 April 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *