Puisi: Jalan Yang Lain – Deri Hudaya (l. 1989)

Deri Hudaya (l. 1989)
Jalan Yang Lain

Banyak orang bergegas ke Palestina
Membawa senjata, doa, serta bendera-bendera
Aku hanya ingin melihat pucat wajahmu, Cintaku
Dengan bekal sebuah puisi tentang anggur dan setangkai mawar
Membayangkanmu membusuk sendiri dalam labirin sunyi
Adalah tragedi paling mengerikan dari hidup ini

Banyak orang berebut jalan ke swargaloka
Pertempuran seperti bahasa yang biasa di antara mereka
Aku masih di setapak jalan menuju persembunyianmu, Cintaku
Setiap keraguan kusiasati senantiasa menjadi keyakinan
Membiarkanmu tidak pernah percaya pada apa pun di dunia
Adalah dosa paling keji bagi seorang pecinta

Barangkali, nanti, puisiku akan berkhianat pada maknanya
Dan bunga berwarna darah ini takkan mekar selamanya
Barangkali, teriakan garang dan tembakan itu sering juga salah sasaran
Dan jalan yang diperebutkan bisa jadi malah mengarahkan mereka ke jurang

Aku hanya ingin mengecup bibirmu, Cintaku, mengurai kusut rambutmu
Seperti ingin kutemukan diriku sendiri pada lorong paling kelam di pikiran

2019

Sumber: Basabasi.co, 16 April 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *