Puisi: Perempuan Pantai – Yona Primadesi

Yona Primadesi
Perempuan Pantai

Pagi sampai untuk ikan dan keranjang, untuk betis
hitam-kering, untuk lidah api di tungku dan gelegak
air laut, untuk tikar-tikar pandan berbau amis,
untuk umpatan yang berlayar di samudra.

Tak kau temukan jalan pergi di sini sejak mitos dimulai.
Sepasang dada serupa bacang untuk mempelai,
anak-anak pembuka pintu rezeki, mulut dibungkam,
perempuan jadi tenaga kerja.

Tak seperti di tempat lain. Di sini cinta tidak perlu
bangku sekolah, kutek di kuku, salon tubuh,
hingga omong-omong politik. Kerja keras
satu-satunya pidato pembuka dan penutup.

Pagi sampai untuk sarapan, pamer uang
lima puluh ribu, merah bibir seadanya,
subang emas, gosip saat cari kutu,
dan mimpi-mimpi tak sampai ke tepi.

2016 

Sumber: Media Indonesia, Minggu 20 Maret 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *