Puisi: Televisi yang Membesi – Setia Naka Andrian

Setia Naka Andrian
Televisi yang Membesi

Bagaimana mungkin dunia akan lebih serius menjadi takdirnya, jika
matamu setiap hari mewarisi ragam warna yang bertebaran dari
telenovela-telenovela. Dan kau katakan, perjalanan tak pernah
selesai. Walau baru sekadar cita-cita, kau sudah putuskan untuk
menjadi mereka yang menikmati aroma parfum pacar-pacarnya.
Hingga akhirnya selepas tayangan itu selesai, kau menjadi sangat
bisu untuk sekadar mengintai diri sendiri. Di kepalamu, televisi telah
membesi.

Smk Yaphar, Februari 2015

Sumber: Pikiran Rakyat, 14 Juni 2015

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *