Puisi: Dikepung Kehilangan Harapan – HE. Benyamine (l. 1967)

HE. Benyamine (l. 1967)
Dikepung Kehilangan Harapan

Badai mana sanggup ganggu lelap
Bagai sawa berisi babi hutan
Berdetak tertinggal napas
Bergerak tatkala lantai terendam
Di mana kau pengelana jalan setapak?

Hutan mana sembunyikan misteri
Tiada tempat pojok larangan
Mesin-mesin meraung keringkan daun-daun
Para penggali pesta sepanjang tahun
Kuburan terus digali, mendekat
Di mana kau pemanin madu?

Di sana mereka pamer surga Kalimantan
Di tanah merah ini darah tumpah dari puri-puri
Di hamparan rawa ini penghisap bawa dahaga
Hawa kenikmatan bagai kilatan petir
Di sini, apa yang membuat kau diam?

Dataran tinggi senasib dataran rendah
Kubangan di atas, kering di bawah
Nyatakan tanah marjinal
Tiada lainkan posisi kau, kecuali kejagauan
Di sini kau yang dimarjinalkan, itukah kau?

Di sini penguasa asal air susu Kalimantan
Sepuluh tahun berlalu, busung lapar bergeming
Lima tahun saja, pengerukan bagai air bah
Kondisi darurat basis kebijakan
Kelumpuhan bagian kehilangan nalar
Di mana kau darah Kalimantan?

Di sini dikepung kehilangan harapan
Di sana mereka pesta harta Kalimantan
Di mana kau, darahmu mengalir air susu Kalimantan?

Banjarbaru, 1 Januari 2014

Sumber: Pohon tanpa Hutan (Tahura Media, Banjarmasin; 2014)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *