Puisi: Seperti Apa Rasanya Jatuh dari Cinta? – Benny Arnas (l. 1983)

Benny Arnas (l. 1983)
Seperti Apa Rasanya Jatuh dari Cinta?

Syahdan, seorang perempuan berlari tergesa-gesa dengan sekarung kenangan di kepala. Ia lupa kalau gaun ungu yang dikenakannya terbuat dari beberapa helai selendang yang kucuri di senja yang melukis wajah sepasang kekasih. Kupikir, penjahit gaunnya tentulah bukan orang biasa—karena Malaikat pernah bilang bahwa tidak sesiapa sanggup membuat jembatan dari hatiku ke jantungnya untuk menyeberangkan pesan hanya dengan mengulurbentangkan selendang itu

Tapi sayang, sebagaimana cerita klasik, o bukan, sebagaimana cerita picis, o bukan, sebagaimana cerita najis tentang percintaan terlarang di kota cahaya, kisah itu khatam tanpa titik yang memagarinya. Maka, aku ceritakan di sini. Beberapa gadis (ingat beberapa!) yang melalui titian itu tak pernah sadar bahwa ia terjungkal ke jurang yang bernama perselingkuhan!

Bahkan, puisi-puisi yang kutulis dengan dawat dari remasan buah khuldi tak perempuan itu acuhkan. Ia (atau bahkan mereka) kadung menganggapku sebagai pencuri selendang bidadari! Maka, datanglah ke kota cahaya ketika pelayaran ke sana sudah dibuka. Kalian dapat menempuhnya dalam lelap yang melesatkan cinta dalam kecepatan candela. Jangan pernah terjaga, sebelum dongeng-dongeng gratis itu dilumat bulat-bulat, hingga tak bersisa, hingga kalian tak tahu, apalagi yang harusnya dimasukkan ke dalam kepala

Masihkah sekarung kenangan?
Atau hanya impian yang sudah jatuh;
berkeping-keping,
berkeping-keping…?

(Lubuklinggau, 2011)

Sumber: Lampung Post, 2011

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *