Puisi: Seekor Ular Betina – Aslan Abidin (l. 1972)

Aslan Abidin (l. 1972)
Seekor Ular Betina

— aku bukan adam dan
tak bersama hawa, tiada pohon
khuldi serta tidak berada
di surga.

namun di jalan suram berliku
itu, aku dicegat seekor ular. aku
gemetar terpaku, tidak mampu
teriak tak sanggup angkat kaki.
sorot mata kuning jalang,
meliuk sagang menghadang,
menjulur lidah sirah bercabang,
mendesis siaga pagutkan bisa.
di jalan kelam berkelok itu,
aku disergap seekor ular. menderu
membelit erat. kulitnya suam lekat
di tubuh. aku rubuh menggeliat,
terlilit hendak meledak.
di nafas sesak dan pandang
mengabur, selintas terbayang
lambai anak-istri, lamat terngiang
tegah ayah-ibu.
tetapi di jalan muram berliku
itu, ia mendengus menelanku
perlahan. mulai dari bagian

tengah badanku. terasa licin
kenyal kulum mulutnya.
aku tersengal mendesis,
samar terhidu aroma manis
lipstiknya.

makassar, 2017

Sumber: Kompas, Sabtu 12 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *