Puisi: Nyanyian Angin – A Rahim Eltara (l. 1962)

A Rahim Eltara
Nyanyian Angin

Ada kepak kerinduan
menari-nari di ruang matamu
ingin aku lelap sejenak di bawah ketiak ranting
meniupkan ruh pada mimpi-mimpi
menuju fajar yang lahir dari janin ufuk
seperti kelahiran ombak,yang lahir dari lautku
tanpa lengking dan air mata
hanya gelora di dada
pantai yang selalu setia menunggu.

Kau dengar desah di puncak malam
mengalir dari napasku yang mawar
yang bersenggama di ranjang ilalang
rimbun mengerang, seperti ditikam kerinduan
kucumbui biru laut, lidah ombak terkulum deru
tanpa ada yang meminta melepas yang paling basah
di ceruk karang

Akulah yang menebar harum
sanggulku terurai, melilit seluruh tubuh yang perahu
layar mengembang, berdenyut serupa jantung
kemudi melepas riak menuju dermaga
derit cadik dan tiang tak memilih diam
karena aku tak pernah menemukan peraduan

Engkaukah yang selalu mengintipku di jendela
kala menitipkan sejuk pada cuaca kamar
di antara erang dan gelepar
seperti beling-beling kaca melukai luka
pada rindu paling madu.

Sumbawa,20161003

Sumber: Horison Online, Juli 2017.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *