Puisi: Angin Matikah – Faisal Baraas (l. 1947)

Faisal Baraas (l. 1947)
Angin Matikah

angin matikah itu, yang menyusup sepi
menyadarkan kita terasing bagai batu kali
ketika napasmu jenuh rindu
barangkali Tuhan pun tersedu
karena kita tak mampu lagi: sedih bukan apa-apa
lapar tak lagi jelas menyiksa
dan Tuhan tak lagi mendengar
kita meminta

angin matikah itu, yang melambai sepi
di tengah kota sibuk an debu ke udara
kita telah letih, letih sekali

maut bagai isteri kita masing-masing: wajah
yang tenteram
sehingga segala yang tiba dan memberatkan kepala
menjadi sirna
gelisah dan kecewa
telah lama tersisa
barangkali kota tetap sibuk
ketika getar terakhir napas berakhir
sepi mengudara

Sumber: Mahasiswa Indonesia, 8 Agustus 1971 lewat Tonggak (Gramedia, Jakarta, 1987)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *