Puisi: Jalan Ubud – Kirdjomuljo (1930-2000)

Kirdjomuljo (1930-2000)

Begitu ia menyimpan rahasia
hijau memberat
sunyi mendalam

Begitu ia menyimpan peristiwa
antara hati dan bunga
antara benar dan dahaga

Dahaga akan kebenaran lain
dahaga akan darah
dahaga akan dendam

Satu yang meninggal
mengesan di lereng
aku tak mampu mengenang

Serupa kemboja di antaranya
telah begitu sunyi
begitu tak berdaun

Dan entah apa lagi
aku pulang dalam derak tanah
gugur hati
gugur umur

Ku berharap ia bangkit
berderak di hatinya
mengadakan perlawanan
sekali lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *