Puisi: Pelabuhan – Husain Landitjing (l. 1938)

Husain Landitjing (l. 1938)
Pelabuhan

mengapa tinggal tubuh kapal yang membatu
di sini, sementara —
kuli kuli berdaki bergerak bersama laut
riuh disibuki sejuta kerja
serta panas siang yang dilupakan
demikianlah,
memunggah atau membongkar
jiwa keras kan mengombak, angin kering
membuang duka kecewa di tiap pantai berkarang
maka harap di sini
saling lintas melintas, di antara
jari-jari dan rambut kusut berdebu
mendukung keletihan atau menebus kekalahan
bagi anak dan istri

Sumber: Basis No. 3 Th. X, Desember 1960, lewat Tonggak 2 (Gramedia, 1987)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *