Puisi: Waktu – Arian Pangestu (l. 1991)

Arian Pangestu (l. 1991)
Waktu

Tidak di tempat lain dan tidak di mana pun.
Hari-hari esok padamu aku kembali menuju
di sisimu aku ingin tertidur di antara hari-hari
panjang kota yang tak pernah memejamkan mata.
Dan jarak seperti lautan yang membelah dua batas
Tepi. Memisahkan pertemuan yang seharusnya
setiap hari terjadi. Yang menghukum ciuman
pertama menjadi siksa.

Menghitung waktu yang terkutuk
dan rindu memperlakukan mataku dengan buruk.

2016

Sumber: Floressastra, 20 Januari 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *