Puisi: Yang Hilang – Rahmat Jabaril (l. 1968)

Rahmat Jabaril (l. 1968)
Yang Hilang

Langit kelabu dihuni anak tanah cekungan
Kelabu yang menekan sedih tak tertahankan
Kini mengisahkan kota impian bersimpah tangis
Sungai Cikapundung gelap tempat meratap
Menimba kenangan

Kadang kujumpa di jalanan macet
Seorang tua terkubur debu
Kedamaian hilang ditelan kabut bangunan
Mengikis bebukitan hijau tempat peraduan

Aku telah minum pil pahit
Kuteguk limbah yang datang begitu saja
Para pemuda oleng dimabuk senyum tipuan
Para pendatang mengasingkan mataku
Pada tempat kami bersua

Aku tak tahu tentang perubahan ini
Cinta pada Bandung adalah cinta terlarang saat ini
Bila suara yang kita dengar adalah suara
Para pemabuk pembangunan
Apa dapat dibangkitkan kembali
Yang lama tenggelam

Aku terkenang halaman dan mainan gatrik
Aku teringat gedung-gedung tua tinggalan Belanda
Aku teringat layang-layang terbang di atas tegalan kota
Dihapus malam berkedip lampu fatamorgana
Ku tak sanggup lagi tafsirkan makna penghapusan ini.

Bandung, 13 Februari 2008

 

Sumber: Patah (Ultimus, Bandung, 2008)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *