Puisi: Menjadi Anggota Dewan – Baequni Mohammad Haririe (l. 1975)

Baequni Mohammad Haririe (l. 1975)

Menjadi Anggota Dewan

Menjadi anggota dewan itu seperti mendapat keberuntungan
Tidak setiap kesempatan, ngobrol nganggur dapat bayaran
Bisa kluyuran, pergi ke luar kota maupun ke luar negeri
Karena menghabiskan anggaran adalah rutinitas alami

Menjadi anggota dewan itu seperti mengenali kejujuran
Jujur terhadap ketamakan dan keserakahan
Jujur terhadap diri sendiri yang selalu merasa kekurangan
Jujur, kalau akal kadangkala tidak berbeda dengan watak preman

Menjadi anggota dewan itu seperti sebuah kenyataan
Dapat rumah dinas, mobil dinas, gaji dan tunjangan tiap bulan
Terpilih untuk mewakili sekian banyak orang
Namun, mesti menghianati berulang-ulang

Menjadi anggota dewan itu seperti menghadapi permainan
Leluasa mengotak-atik anggaran atau merumuskan kesalahan
Menjadi kebenaran atau sebaliknya: tergantung pesanan
Bisa membagi-bagikan kesejahteraan ataupun kesengsaraan
Semuanya tergantung pula: siapa yang bakal menguntungkan

Menjadi anggota dewan itu seperti melakoni pertunjukan saja
Terbiasa meluapkan dendam atau mempertontonkan asusila
Menghibur kemaluan kemana-mana bahkan membudidayakan korupsi segala
Mendengar aspirasi rakyat seperti mendengarkan ringkik kuda
Mempertaruhkan nasib manusia layaknya membuat lelucon naskah

Menjadi anggota dewan itu seperti sebuah kutukan
Dikutuk menjadi pengecut atau pecundang
Menjadi bebek yang juga selalu merengek-rengek
Menjadi makhluk paling rakus melebihi kerakusan tikus

Menjadi anggota dewan itu seperti berada di medan pertempuran
Pertempuran antara nurani yang dikeroyok keserakahan dan ketamakan
Yang akhirnya dikalahkan dengan mudah hanya karena sesajian
Pertempuran antara hak dan kewajiban yang digawangi kepentingan
Yang akhirnya dihabisi juga di tengah jalan sebelum dilaksanakan

Menjadi anggota dewan itu rasanya seperti apa ya?
Bisakah kalian bayangkan sendiri seperti apa enaknya.

Cirebon, 2010

Sumber: Surat untuk Tuhan (Komunitas Seniman Santri, Cirebon; Juli 2010 M/Sya’ban 1431 H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *