Puisi: Sembahyang – Badrul Munir Chair (l. 1990)

Badrul Munir Chair (l. 1990)

Sembahyang

Aku menepi dari segala ingar-bingar dunia
suara-suara dan nyanyian panjang
yang keluar dari mulut para pendusta
terimalah aku pada hari-hari dingin
di waktu mula angin menderu
dan pada hari-hari lain ketika udara membakar
dengan debu-debu melekat di sekujur tubuhku

Aku datang tanpa tarian dan kidung persembahan
hanya doa, sedu lirih suara meminta
tersuruk untuk segala yang pernah lalu
dan memohon atas segala yang bakal tiba
terimalah aku hari ini, esok, dan nanti
dalam hiruk-pikuk dunia yang tak lagi kukenali
aku berlindung dari jerit dan raung
amuk murka letusan gunung-gunung
dari bandang yang dimuntahkan palung-palung

Aku berserah dari segala ingar-bingar dunia
bukan buat ke surga.

2015

Sumber: Dunia yang Kita Kenal (Halaman Indonesia, Yogyakarta,  2016)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *