Puisi: Perihal Mimpi – Mahdi Idris (l. 1979)

Mahdi Idris (l. 1979)

Perihal Mimpi

Mimpi pertama yang muncul pada usia menjelang remaja; beberapa buah manggis berjatuhan dari pohonnya dikutuk angin pagi. Lalu satu-persatu mimpiku bermunculan bagai telur-telur biawak yang sering kutemukan di areal persawahan. Mimpi-mimpi itu melesat begitu saja, kadang saat aku tertidur lelap di malam yang dingin, bahkan saat hawa panas siang hari. Aku makin lupa berapa banyak mimpi yang menetas dari kepalaku, selain mimpi pertama yang memang mengekal dalam ingatan ketika aku menjadi lelaki dewasa.

Semakin lama aku menjauh dari masa kecil, semakin kekal keinginan memiliki mimpi yang sama. Di mana keinginan ini mustahil bagi orang lain, justru aku menyukainya. Kelak, aku ingin mimpi tentang buah manggis itu muncul dalam tidur anakku dan ia sempat memakannya sebelum terjaga. Sebab ia bukan buah khuldi yang dikutuk Tuhan bagi siapa yang memakannya. Mimpi seorang ayah juga mimpi bagi anak-anaknya.

Pondok Kates, 2016 

Sumber: Radar Pagi; 30 April 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *