Puisi: Dalam Diam – Na Lesmana (l. 1992)

Na Lesmana (l. 1992)

Dalam Diam

kurahasiakan retak diriku dari nyalang matamu. seperti bocah
kumaki penderitaan dengan tertawa. gula-gula berjatuhan ke lidahmu
setiap kali aku berucap. ingin sebenarnya kukirim perasan lemon
ke luka di mulutmu, tapi dendam adalah bisik asing yang parau.
sejak kulihat lehermu, tak ada kepurbaan dalam peradabanku!
maka kugenggam jiwamu yang menyala, sebagai sebuah tungku
sekaligus api yang mencairkan beku nyawaku. kelak cinta pun terlahir
dari sungai cerita kita, bahkan jika aku sekarat, udara naik ke awan
dan turun jadi hujan yang menyembuhkan. o, perempuanku,
semakin kau menikamku, kian subur ladang cinta oleh darahku!

2013

Sumber: BlogĀ  Yang Belum Selesai, 18 Oktober 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *