Puisi: Empang Kapuk – Pilo Poly (l. 1987)

Pilo Poly (l. 1987)

Empang Kapuk

: edysa girsang

Di Empang Kapuk, nyamuk
mengigit bulan. Dia lebih
ganas dari kelaparan dan
pengangguran. Tulang

punggung dan mulutnya,
terbuat dari bau pesing
orang miskin yang
rajin bayar pajak.

Lihatlah pos ini
televisi mengabarkan
hura-hura pejabat. Sedang
rakyat, liurnya kering dan

rindu bau makanan mewah,
tidur nyenyak sambil
meluruskan badan dengan
sejahtera. Tak ada bunyi petasan

malam ini, lebaran yang
nyala di dada, adalah
cara untuk khusyuk pada
kata rindu, senyum keluarga,

meski bulan Juni, sepahit
kopi di atas meja penuh aroma
tikus mati, yang diterbangkan
angin di tanah penggusuran.

EMPANG KAPUK, 2018

Sumber: Biem.co, 7 Juli 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *