Puisi: Rapat Kebangsaan – S.S.

S.S
Rapat Kebangsaan

Tigapuluh Agustus masanya patut,
Bulan purnama andai orang melangut,
Angin meniup menyinarkan kabut,
Putra Indonesia merembuk maksud.

Gedung Studiolah di Surabaya,
Tempat berapat Putra Indonesia,
Mencari sepakat, sekata, seia,
Buat membangunkan Indonesia Raya.

Selamat datang PPPKI,
Di kalanganan kita, putra dan putri,
Untuk menyadarkan sang sanubari,
Insaf ‘kan semangat kita asali.

PPPKI ialah permufakatan,
Dari partai politik kaum kebangsaan,
Putra Indonesia punya perikatan,
Penggalang kita punya kekuasaan.

Beribu-ribu putra Sang Nusa,
Berduyun kumpul mendengarkan rasa,
Nan terkandung di cita-cita,
Diutarakan nasionalis kita.

Kaum putri pun tak ketinggalan,
Sama menunjukkan dia berjalan,
Ada di belakang, jadi pelayan,
Untuk bangsa dia punya semboyan.

Sadar dan insaflah kini bangsaku,
Kekuatan dirinya mulai diaku,
Terang di penglihatan, pikiran tak beku,
Persatuan Indonesia di kalbu terpaku.

Putra Sunda, Jawa, Madura,
Borneo, Selebes serta Sumatra,
Ambon, Bali, Timor, Papua,
Bersatu mencari kemerdekaan Indonesia.

 

Sumber: Soeloeh Ra’jat Indonesia, No.36, Th. II, 5 September 1928; lewat “Semangat Nasionalisme dalam Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekan (Pusat Bahasa; Jakarta; 2002)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *