Puisi: Tentang Kelembutan dalam Jurus Teunggeul Ambreg – Yana Risdiana (l. 1973)

Yana Risdiana (l. 1973)
Tentang Kelembutan dalam Jurus Teunggeul Ambreg

Ketika pukulan merangkum waktu sebagai kepalan
Kedua lenganmu terjulur dan sebanjar, ikuti alur
Amanat leluhur yang tersebar turun-temurun
Di tubuh para pendekar.

Terguratlah urat-urat masa silam
Tumbuh menjadi sungai-sungai di tubuhmu
Mengalirkan arus dan didaras sebagai jurus paling lembut
Dan mengingatkan, puncak keutamaan seluruh pukulan
Adalah arah geraknya.

Maka, luruskan hatimu ke jalan yang paling diaminkan
Oleh keimanan dan kedamaian tubuh semesta
Hingga saat dihadang sikutan batu-batu yang getas tangkisannya
Kau tak perlu terlalu meluapkan pukulanmu
Agar jurusmu tidak tumpah ke tepian jalan, pecah, dan menguap
Sementara batu-batu itu tetap dalam geming di kedalaman.

2017

Catatan: Teunggeul Ambreg: jurus pertama dalam tradisi Pencak Silat Cimande

Sumber: Aksara, Vol. 3, No. 1 January 2018; Larik-Larik dari Juru Dasar Silat Cimande (Inboeku; Bandung, Malang, 2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *