Puisi: Di Depan Meja Rias – Oka Rusmini

Oka Rusmini

sebatang lipstik mendekat. Aromanya liar.
dengan pandai dilumatnya bibirku.
dia meneteskan:
arak, kekentalan susu, dan aroma asin aku melihat topeng menari-nari lewat mataku (seorang laki-laki mendekat) Kau perlukan segenggam bedak.
kurebut kucairkan di wajahku aku mulai mengurai butir-butir itu menutupi lubang pori-pori wajahnya.
Pori-pori itu diam, menikmati kehangatannya Sebatang pensil alis mengangkat dirinya tinggi-tinggi.
Dia pandai memainkan huruf-huruf di atas mataku dia mulai melukis dan membuat huruf baru katanya: huruf ini hanya milik perempuan (seorang laki-laki mendekat) dia kagumi keliaran warna-warna yang melekat.
aku mulai menggeliat, agak panas.
benda-benda itu terus menahanku.
aku berloncatan, mengurai diriku.
hati-hati kubakar wajahku.

(laki-laki itu menjauh)

Denpasar, Januari 1997

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *